Setelah bangun tidur

Sehabis bangun tidur, pagi, pagi sekali, ia, laki-laki itu, merapikan selimut, kasur, guling, dan tidak pada bantalnya.
ia biarkan letak terakhir bantal itu tergeletak dan berjarak dengan teman-temannya yang menemani tidurnya.
Ia perhatikan baik-baik, dan mengingat-ingatnya dalam-dalam. Kapan terakhir kali kepalanya begerak ketika mimpi mengambil dirinya sendiri, agar ia bisa membuangnya jauh-jauh mimpi buruk yang membuat rapuh, dan menyimpannya dekat-dekat: mimpi indah yang membikin hangat.
Ia perhatikan baik-baik, dan mengingat-ingatnya lebih dalam lagi. apakah kepala yang bersandar pada bantalnya semalaman itu yang telah menghasilkannya mimpi?

ia kembali tidur, berusaha menjawabnya. lagi, lagi, lagi..

sampai akhirnya sadar, selalu tertidur. ia nanar.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s